BOGOR, Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kota Bogor meangadakan pertemuan dengan para pemilik dan pengelola warnet, yang juga dihadiri pewakilan dari Asosiasi warnet Indonesia dan instansi terkait, Jumat (6/8/2010) di Plaza Telkom Bogor. Dalam pertemuan tersebut mereka menyepakati upaya pemblokiran situs pornografi dengan memasang filter di semua jaringan pemerintah dan warnet di Bogor.

"Jadi, semua yang hadir setuju untuk melaksanakan pemblokiran situs porno, kejahatan, dan perjudian. Hal itu bukan hanya berkaitan dengan Bulan Ramadhan, tetapi juga undang-undang yang berlaku, serta Kota Bogor dicanangkan sebagai Kota Halal. Jadi, situs-situs yang bertentangan dengan norma-norma agama juga dilarang dibuka," kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kota Bogor H A Syarif, usai pertemuan tersebut.

Untuk lebih menpercepat pelaksanaan pemblokiran situs-situs tersebut, lanjut Syarif, pihaknya akan memasang piranti lunak Nawala di jaringan komputer di lingkungan Pemko Bogor, pada Senin mendatang. Untuk di warnet-warnet akan dimulai pada Selasa. "Nanti, setelah warnet yang bersangkutan dipasangkan piranti lunak Nawala, warnet itu kami beri tanda dengan stiker, sehingga masyarakat tahu bahwa warnet tersebut sudah memblokir situs-situs porn, judi, dan situs berbahaya lainnya," katanya.

Kantor dinasnya, lanjut Syarief, selanjutnya akan mengadakan pemantauan, agar penggunaan Nawala di warnet-warnet di Kota Bogor konsisten. Dengan Nawala ini, paling tidak 60 persen situs berbahaya bagi masyarakat bisa diblokir. "Selanjutnya, setelah ada perda mengenai keharusan memblokir situs porno, judi, dan kejahatan, baru kami melakukan sanksi bagai warnet yang melanggar perda tersebut," katanya.

Published in News
Thursday, 29 July 2010 12:37

Bogor Sterilkan Situs Porno di Warnet

BOGOR, KOMPAS.comKOMPAS.com - Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika atau Diskominfo Kota Bogor mengundang para pemilik atau pengelola warung internet dan perwakilan operator telepon serta provider untuk rapat bersama di Balai Kota, Senin (2/8/2010) mendatang. Rapat akan membahas pemblokiran situs porno atau pelarangan membuka situs porno di warnet.

Kepala Diskominfo Achmad Syarief di kantornya Rabu kemarin mengatakan, di Kota Bogor ada sekitar 200 warnet yang terdaftar. "Mereka kami undan berkaitan rencana kebijakan pemblokiran situs-situs tidak baik di internet dan menjelang Bulan Ramadhan," katanya.

Menurut Syarief, ada komitmen dari Menteri Komunikasi dan Informatika bahwa pemerintah akan memblokir situs-situs porno menjelang Bulan Ramadhan ini. Pihaknya sebagai aparat pemerintah daerah, selain memang harus mendukung kebijakan pusat, juga memang setuju situs-situs semacam itu harus diblokir karena dapat berdampak negatif pada pemakai internet yang tepat.

Syarief juga khawatir, jika warnet tidak diingatkan, lalu kemudian pelangganya bebas mengakses situ-situs porno di warnetnya, akan membangkitkan aksi-aksi kontraproduktif dalam masyarakat. Jadi undangan untuk membicarakan pelarangan membuka situs porno di warnet tersebut adalah tindakan preventif.

"Terus terang saja saya khawatir akan timbul aksi-aksi sweeping kelompok mayarakat tertentu , apalagi ini menjelang Bulan Ramadhan dan di masyarakat masih hangat dengan isu video porno. Jadi, nantinya sweeping bukan lagi ke tempat-tempat hiburan, tetapi ke warnet-warnet," tuturnya.

Sebelumnya Diskominfo Kota Bogor sudah melakukan pengawasan ketat terhadap pemakaian internet di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Bogor serta kecamatan dan kelurahan. Pengawasan ketat itu termasuk memblokir situs pertemanan Facebook dan Twitter.

Published in News