Semua Warnet dan Kantor Pemerintah Wajib Pakai Nawala
BOGOR, Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kota Bogor meangadakan pertemuan dengan para pemilik dan pengelola warnet, yang juga dihadiri pewakilan dari Asosiasi warnet Indonesia dan instansi terkait, Jumat (6/8/2010) di Plaza Telkom Bogor. Dalam pertemuan tersebut mereka menyepakati upaya pemblokiran situs pornografi dengan memasang filter di semua jaringan pemerintah dan warnet di Bogor.
"Jadi, semua yang hadir setuju untuk melaksanakan pemblokiran situs porno, kejahatan, dan perjudian. Hal itu bukan hanya berkaitan dengan Bulan Ramadhan, tetapi juga undang-undang yang berlaku, serta Kota Bogor dicanangkan sebagai Kota Halal. Jadi, situs-situs yang bertentangan dengan norma-norma agama juga dilarang dibuka," kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Kota Bogor H A Syarif, usai pertemuan tersebut.
Untuk lebih menpercepat pelaksanaan pemblokiran situs-situs tersebut, lanjut Syarif, pihaknya akan memasang piranti lunak Nawala di jaringan komputer di lingkungan Pemko Bogor, pada Senin mendatang. Untuk di warnet-warnet akan dimulai pada Selasa. "Nanti, setelah warnet yang bersangkutan dipasangkan piranti lunak Nawala, warnet itu kami beri tanda dengan stiker, sehingga masyarakat tahu bahwa warnet tersebut sudah memblokir situs-situs porn, judi, dan situs berbahaya lainnya," katanya.
Kantor dinasnya, lanjut Syarief, selanjutnya akan mengadakan pemantauan, agar penggunaan Nawala di warnet-warnet di Kota Bogor konsisten. Dengan Nawala ini, paling tidak 60 persen situs berbahaya bagi masyarakat bisa diblokir. "Selanjutnya, setelah ada perda mengenai keharusan memblokir situs porno, judi, dan kejahatan, baru kami melakukan sanksi bagai warnet yang melanggar perda tersebut," katanya.
YouTube Tawarkan Dana 5 Juta Dollar AS

SAN FRANCISCO, Menjadi gudang video orang-orang di seluruh pelosok dunia, rupanya tak membikin You Tube lekas berpuas diri.
Akhir pekan lalu, YouTube mengumumkan rencananya untuk menggelontorkan dana sebesar 5 juta dollar AS melalui program YouTube Partner Grants. Partner, dalam hal ini adalah mereka yang terbilang sering mengunggahkan video kreasi mereka melalui situs yang dimiliki Google ini; tentu saja, dengan kualitas bagus dan gagasan yang inovatif.
"Kami berniat untuk menyaring gagasan anyar dan model produksi dari beberapa partner kami yang inovatif," kata George Strompolos, Partner Development Manager YouTube.
Menurutnya, You Tube cukup kagum akan kreativitas dan ketersediaan sumber gagasan yang dimiliki oleh orang-orang seperti mereka. Dengan bujet yang terbatas, mereka mampu membikin video yang menakjubkan.
Itu sebabnya, You Tube membikin YouTube Partner Grants yang berperan sebagai katalisator dengan menyuntikkan dana produksi untuk kelompok kecil yang menjadi garda terdepan dalam inovasi.
Menurut Strompolos, dana tersebut memungkinkan video-makers untuk memiliki modal kamera yang lebih bagus, dengan kualitas yang lebih baik pula, memperluas marketing, membiakkan jumlah staf atau juga mempekerjakan orang-orang dengan talenta bagus.
Dalam program ini, YouTube akan menghubungi para video-makers yang memang mampu dan mengundangnya untuk mengumpulkan proposal.
Akuisisi Metaweb, Google Langkahi Facebook
JAKARTA, Dalam urusan layanan jejaring sosial, Google mungkin ketinggalan dan kalah jauh dibandingkan Facebook. Namun, langkah Google menguasai perusahaan basis data terbuka, Metaweb, membuat perusahaan raksasa internet tersebut selangkah lebih maju ketimbang Facebook dalam persaingan layanan jejaring masa depan.
Metaweb merupakan penyedia layanan basis data terbuka yang mengumpulkan informasi dari berbagai pihak dan mengategorikannya sesuai konteks. Dengan dukungan Metaweb, Google berharap dapat memberikan hasil pencarian lebih baik dan bermanfaat.
Jack Menzel dari Google menggambarkan dalam blog resmi perusahaan tentang bagaimana layanan mesin pencari masa mendatang dapat memberikan jawaban yang lebih kontekstual. Kalau hanya sekadar mencari hari lahir Obama di hasil pencarian teratas atau acara musik yang sedang berlangsung di kota tertentu, hal itu mungkin sudah bisa dilakukan.
Namun, menjawab pertanyaan seperti universitas mana saja yang biaya kuliahnya di bawah 30.000 dollar AS atau aktor usia di bawah 40 tahun yang mendapat Piala Oscar minimal sekali bukanlah hal yang mudah. Dengan Metaweb, Google berharap dapat menyajikan jawaban yang pas dan komprehensif untuk pertanyaan semacam itu.
Layanan tersebut mirip dengan mimpi dan ambisi pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, dengan konsep Open Graph. Di situ, informasi terkait saling terhubung sehingga pengguna internet dapat memperoleh informasi komprehensif terhadap hal menarik yang mereka butuhkan. Zuckerberg bercita-cita, konsep tersebut bisa menyatukan preferensi pengguna seperti dalam hal binsis, seperti yang dilakukan Yelp dan musik yang dilakukan Pandora ke dalam layanan yang memberikan paket informasi yang sangat kaya dan kontekstual sesuai kebutuhan pengguna.
"Kita dapat membuat jejaring menjadi lebih cerdas, lebih sosial, dan lebih personal," ujar CEO Facebook Mark Zuckerberg dalam F8 beberapa bulan lalu. Ia yakin, pemetaan tersebut lebih mudah dilakukan di Facebook karena telah memiliki data preferensi sekitar 500 juta pengguna.
Dalam persaingannya untuk menjadi sebuah jejaring yang sempurna, Google dan Facebook tampaknya akan bersaing dalam mengelola metadata preferensi setiap penggunanya. Metadata yang dibangun Facebook bisa menjadi saingan. Sebaiknya Google tidak menganggap remeh Facebook. Siapakah yang akan menang?
Akses Internet di Korsel Tercepat di Dunia

SEOUL, Korea Selatan pantas disebut surga buat pengguna internet. Bagaimana tidak, kecepatan akses di sana jauh di atas kecepatan rata-rata di dunia.
Hasil analisis yang dilakukan Akamai mencatat, rata-rata kecepatan internet global 1,7 Megabits per detik (Mbps). Sejumlah negara memang melampaui kecepatan itu. Namun, kota yang memiliki kecepatan akses paling cepat di dunia adalah Masan, Korea Selatan. Rata-rata 12 Mbps dan pengguna bisa mengunduh hingga 33 Mbps.
"100 Mbps tersedia di Korsel, namun secara harga tidak bisa dijangkau oleh publik. Maklum, ongkosnya mencapai ratusan dolar AS per bulan," kata David Belson, Head of Market Intelligence Akamai.
Laporan Akamai ini sekaligus menunjukkan bagaimana jaringan mobile juga menuntut permintaan kecepatan data yang lebih besar.
Sekitar 83 dari 109 provider menawarkan kecepatan lebih besar dari 22 Mbps, 33 menawarkan 5 Mbps dan 6 provider 10 Mbps. Rata-rata kecepatan mobile global bervariasi, antara 105 Kbps hingga 7,2 Mbps. Uniknya variasi kecepatan ini juga bisa ditemui di Slovakia.
Negara-negara di Asia mendominasi kota-kota dengan akses internet tercepat di dunia. Dalam pemeringkatan dua puluh besar, didominasi oleh kota-kota di Korea Selatan dan Jepang.
Berikut daftar peringkat kecepatan akses internet:
1. Korea Selatan 12Mbps
2. Hong Kong 9Mbps
3. Jepang 7.8Mbps
4. Romania 6.3Mbps
5. Latvia 6.3Mbps
6. Swedia 6.1Mbps
7. Belanda 5.9Mbps
8. Ceko 5.4Mbps
9. Denmark 5.3Mbps
10. Swiss 5.2Mbps
Google Kembali Diblokir di China

MOUNTAIN VIEW, Perseteruan antara Pemerintah China dan Google sepertinya belum juga berakhir. Google dalam pernyataan resminya mengatakan, masyarakat di dataran China kembali tidak bisa mengakses untuk menggunakan situs pencari Google.
Pemberitahuan resmi terkait hal itu sudah disampaikan Google pada Kamis (29/7/2010) malam. Hanya saja, Google tidak memberi tahu rincian lebih lanjut tentang pemblokiran yang dimaksud. Juru bicara Google di AS saat ini tengah mengumpulkan informasi mengenai situasi terakhir di China.
Dengan demikian, ini merupakan perseteruan teranyar antara pemerintahan Komunis China dan Google terkait sensor internet.
Seperti yang diketahui, posisi Google saat ini tengah terancam di China. Sebab, situs pencari itu menolak untuk dikontrol oleh China. Sebenarnya, kedua belah pihak sudah mencapai kesepakatan pada tiga minggu lalu. Pada waktu itu, China sudah memperbarui izin lisensi layanan internet Google di Negeri Panda itu.
Hacker Ungkap Dua Teknik Baru Membajak ATM
SAN FRANCISCO, Masih hangat di ingatan bagaimana kejahatan dengan teknik skimming di ATM untuk mengeruk uang nasabah marak di Indonesia. Akibat kejahatan tersebut bank-bank menangguk kerugian karena harus mengganti dana pelangannya yang hilang.
Skimming mungkin kejahatan lewat ATM yang memanfaatkan kelengahan nasabah karena dilakukan dengan cara mencuri PIN kartu ATM sebagai pintu masuk transaksi. Padahal, ada teknik pembajakan ATM yang tak kalah berbahaya dengan teknik hacking menggunakan software.
Seorang hacker dari IOActive, sebuah perusahaan keamanan digital terkemuka yang bermarkas di AS dan Inggris, akan mengungkapkan dua teknik baru membajak ATM dalam konferensi Black Hat USA yang rencananya digelar di Sin City akhir Juli 2010 nanti. Ia akan mempresentasikan makalahnya "Jackpotting Automated Teller Machines".
"Saya selalu senang melihat adegan di Terminator 2 saat John Connor berjalan menuju ATM lalu mendekatkan perangkat Atari-nya ke card reader dan mengambil lembaran uang yang keluar mesin ATM tersebut," kata Jack di website Black Hat. "Saya kira saya bisa melakukan hal yang sama."
Jack berjanji akan membawa dua model mesin ATM paling baru di antara jenis mesin ATM yang dipakai sejumlah bank saat ini untuk mendemonstrasikannya. Menurutnya teknik tersebut bisa mengeluarkan uang dalam jumlah besar dari ATM baik dilakukan secara langsung maupun dari jarak jauh.
Awalnya, teknik yang ditemukannya akan didemonstrasikan dalam konferensi yang sama di Las Vegas tahun lalu. Namun, rencana tersebut gagal dilakukan di menit-menit terakhir karena alasan masalah non teknis yang disebutnya di luar kendalinya saat itu.
IOActive menyatakan bahwa teknik tersebut berpoetensi digunakan orang jahat untuk menguras ATM. Pihaknya juga sudah memperingatkan para produsen ATM untuk mengantisipasi kelemahan tersebut. Selain mengungkapkan teknik membajak ATM, Jack juga akan mempresentasikan cara melindungi mesin ATM dari potensi kejahatan tersebut.
96 Persen Anak Pernah Buka Konten Negatif
JAKARTA, KOMPAS.com
- Saatnya semakin memperhatikan anak-anak, terutama buah hati anda. Menurut laporan Laporan Norton Online Family 2010, 96 persen anak-anak pernah membuka konten negatif di internet dan 36 persen orang tua tidak tahu apa yang dibuka anaknya karena pengawasan yang minim.
"Laporan ini menekankan peran pendidikan orang tua dalam 'kehidupan online' anak-anak dan menjaga komunikasi yang terbuka dan terus-menerus sebagai cara meningkatkan keselamatan berinternet," ujar Effendy Ibrahim, Norton Internet Safety Advocate & Consumer Business Lead, Asia, Kamis (1/7/2010) di Jakarta.
Dalam laporan tersebut, hanya satu dari tiga orang tua tahu tentang yang dilihat anak-anak mereka ketika online, padahal anak-anak menghabiskan 64 jam untuk online setiap bulan.

"Orang tua terlalu meremehkan tingkat keterlibatan anak-anak dalam mengunduh games, musik, dan video yang membuat anak-anak menemukan konten yang tidak layak dan mengungkapkan informasi pribadi," ujar Ibrahim.
Para orang tua perlu menyadari resiko bahaya mengunduh terutama jika anak-anak melakukan hal tersebut jika tanpa bimbingan.
"Orang tua sebaiknya meningkatkan pemahaman mereka tentang internet dengan membuat peraturan yang selalu dikontrol," katanya.
Laporan Norton Online Family 2010 dibuat berdasarkan penelitian yang dilakukan pada April 2010 oleh Leading Edge, sebuah firma riset pasar independen atas nama Symantec Corporation. Norton Online Family Report 2010 melibatkan jajak atas 499 orang dewasa berusia di atas 18 tahun (termasuk 102 orang tua yang memiliki anak berusia 10-17 tahun dan 112 anak-anak berusia 10-17 tahun).
Beberapa tips untuk melindungi anak agar aman saat online yaitu, tidak berbicara kepada, atau menerima undangan pertemanan dari orang asing di jejaring sosial, IM, dan forum online. Juga tidak memberikan pendapat yang menyakitkan dalam IM, website atau forum chat online dan jangan memberikan alamat rumah, nomor telepon, foto, atau informasi detail pribadi di Internet.
Survei: 50 Persen Orang Suka "Googling" Diri Sendiri
WASHINGTON, Selain mencari informasi penting di Google, lebih dari setengah pengguna internet ternyata juga suka mencari informasi mengenai diri sendiri di layanan search engine tersebut. Itulah salah satu hasil survei yang dilakukan Pew Research Center's Internet & American Life Project terhadap 2.253 orang di Negeri Paman Sam itu pada 18 Agustus dan 14 September 2009.
Hasil survei menunjukkan sebanyak 57 persen orang dewasa di AS gemar melakukan pencarian di Google atau biasa disebut googling dirinya sendiri. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan tahun 2006 yang baru sebesar 47 persen.
Saat mereka melakukan googling terhadap nama mereka, 63 persen mengatakan bahwa mereka menemukan informasi yang relevan terhadap informasi diri mereka, sedangkan 35 persen mengaku informasi yang didapat tidak relevan. Pada halaman pertama pencarian, 31 persen mengatakan bahwa pencarian yang mereka lakukan relevan bagi mereka, sedangkan 62 persen mengatakan bahwa halaman pertama pencarian tidak relevan.
Namun, tidak berarti bahwa seseorang melakukan aktivitas googling dirinya sendiri secara rutin. Hanya 2 persen yang mengaku bahwa mereka secara teratur melakukan hal itu, 19 persen melakukan hal itu sesekali, dan 78 persen melakukannya sekali atau dua kali saja. Dalam pencarian tersebut, 42 persen mengaku mencari foto-foto mereka sendiri. Narsis juga, ya. Hal ini meningkat dari 23 persen pada tahun 2006.
Dalam hal-hal melakukan googling terhadap dirinya sendiri, tidak jarang mereka menemukan hal-hal yang mereka tidak inginkan. Sebanyak 4 persen mengatakan bahwa mereka menemukan informasi-informasi yang tidak sebenarnya dari diri mereka. Sebanyak 8 persen mencoba menghapus informasi milik mereka, seperti foto dan video, karena tidak menginginkannya.
Hasil survei ini juga menunjukkan bahwa banyak orang dewasa di AS yang berpendapat bahwa semakin pentingnya identitas pribadi yang disajikan secara online. Sekitar 33 persen mengaku cemas akan privasi mereka yang terungkap di internet. Namun, kecemasan ini menurun dari 40 persen pada tahun 2006. Mayoritas pengguna, yakni sekitar 65 persen memilih mengubah pengaturan akun-akun mereka menjadi lebih ketat dan membatasi hal-hal apa saja yang dapat mereka publikasikan.
Hasil survei mengungkapkan bahwa pada usia 18-29 tahun sebanyak 71 persen mengubah setting privasi mereka menjadi lebih ketat. Kemudian pada usia lanjut, yaitu 50-64 tahun, sebanyak 50 persen memilih menghapus foto-foto dan komentar-komentar yang tidak mereka kehendaki dalam situs jejaring sosial mereka.
Sejumlah ISP Siap Kembangkan Internet Sehat
JAKARTA, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengimbau kepada para internet service provider atau ISP untuk mengembangkan internet sehat dan tidak membiarkan situs-situs yang memiliki konten pornografi.
Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo Gatot S Dewabroto mengatakan, seusai bertemu dengan Menkominfo, sebagian besar ISP mengatakan sudah memiliki kesiapan secara teknis untuk mengembangkan internet sehat dan pemblokiran situs-situs porno.
"Secara teknis sebenarnya sudah banyak ISP yang sudah siap. Banyak ISP sudah punya filter dan masing-masing ISP itu kan punya opsi internet sehat. Yang kami minta itu supaya (konten internet) yang sehat semua dan pornografi dikaburkan," kata dia di sela-sela acara Indonesia Information Communication Technology and Award (Inaicta) 2010 di Jakarta Convention Center, Jumat (23/7/2010).
Tidak hanya kepada ISP, Kemenkominfo juga menegaskan imbauan ini kepada Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) dan Asosiasi Warung Internet Indonesia (Awari). Secara umum, kata Gatot, beberapa penyedia jasa internet ini masing-masing sudah mengembangkan penyaringan konten internet dan internet yang sehat.
"Mereka sudah mengembangkan sendiri. Kami hanya mengimbau. Artinya, dari mereka ini banyak yang sudah siap," kata dia. Meski demikian, Gatot belum mengetahui seberapa banyak persentase para penyedia jasa internet ini yang sudah memiliki kesiapan teknis atau komitmen mengembangkan internet sehat tersebut.
"Apa sudah semua? Ya harus dicek lagi," katanya.
Bogor Sterilkan Situs Porno di Warnet
BOGOR, KOMPAS.com
- Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika atau Diskominfo Kota Bogor mengundang para pemilik atau pengelola warung internet dan perwakilan operator telepon serta provider untuk rapat bersama di Balai Kota, Senin (2/8/2010) mendatang. Rapat akan membahas pemblokiran situs porno atau pelarangan membuka situs porno di warnet.
Kepala Diskominfo Achmad Syarief di kantornya Rabu kemarin mengatakan, di Kota Bogor ada sekitar 200 warnet yang terdaftar. "Mereka kami undan berkaitan rencana kebijakan pemblokiran situs-situs tidak baik di internet dan menjelang Bulan Ramadhan," katanya.
Menurut Syarief, ada komitmen dari Menteri Komunikasi dan Informatika bahwa pemerintah akan memblokir situs-situs porno menjelang Bulan Ramadhan ini. Pihaknya sebagai aparat pemerintah daerah, selain memang harus mendukung kebijakan pusat, juga memang setuju situs-situs semacam itu harus diblokir karena dapat berdampak negatif pada pemakai internet yang tepat.
Syarief juga khawatir, jika warnet tidak diingatkan, lalu kemudian pelangganya bebas mengakses situ-situs porno di warnetnya, akan membangkitkan aksi-aksi kontraproduktif dalam masyarakat. Jadi undangan untuk membicarakan pelarangan membuka situs porno di warnet tersebut adalah tindakan preventif.
"Terus terang saja saya khawatir akan timbul aksi-aksi sweeping kelompok mayarakat tertentu , apalagi ini menjelang Bulan Ramadhan dan di masyarakat masih hangat dengan isu video porno. Jadi, nantinya sweeping bukan lagi ke tempat-tempat hiburan, tetapi ke warnet-warnet," tuturnya.
Sebelumnya Diskominfo Kota Bogor sudah melakukan pengawasan ketat terhadap pemakaian internet di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Bogor serta kecamatan dan kelurahan. Pengawasan ketat itu termasuk memblokir situs pertemanan Facebook dan Twitter.

Displaying items by tag: Internet