JAKARTA, Dalam urusan layanan jejaring sosial, Google mungkin ketinggalan dan kalah jauh dibandingkan Facebook. Namun, langkah Google menguasai perusahaan basis data terbuka, Metaweb, membuat perusahaan raksasa internet tersebut selangkah lebih maju ketimbang Facebook dalam persaingan layanan jejaring masa depan. 

Metaweb merupakan penyedia layanan basis data terbuka yang mengumpulkan informasi dari berbagai pihak dan mengategorikannya sesuai konteks. Dengan dukungan Metaweb, Google berharap dapat memberikan hasil pencarian lebih baik dan bermanfaat.

Jack Menzel dari Google menggambarkan dalam blog resmi perusahaan tentang bagaimana layanan mesin pencari masa mendatang dapat memberikan jawaban yang lebih kontekstual. Kalau hanya sekadar mencari hari lahir Obama di hasil pencarian teratas atau acara musik yang sedang berlangsung di kota tertentu, hal itu mungkin sudah bisa dilakukan.

Namun, menjawab pertanyaan seperti universitas mana saja yang biaya kuliahnya di bawah 30.000 dollar AS atau aktor usia di bawah 40 tahun yang mendapat Piala Oscar minimal sekali bukanlah hal yang mudah. Dengan Metaweb, Google berharap dapat menyajikan jawaban yang pas dan komprehensif untuk pertanyaan semacam itu.

Layanan tersebut mirip dengan mimpi dan ambisi pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, dengan konsep Open Graph. Di situ, informasi terkait saling terhubung sehingga pengguna internet dapat memperoleh informasi komprehensif terhadap hal menarik yang mereka butuhkan. Zuckerberg bercita-cita, konsep tersebut bisa menyatukan preferensi pengguna seperti dalam hal binsis, seperti yang dilakukan Yelp dan musik yang dilakukan Pandora ke dalam layanan yang memberikan paket informasi yang sangat kaya dan kontekstual sesuai kebutuhan pengguna.

"Kita dapat membuat jejaring menjadi lebih cerdas, lebih sosial, dan lebih personal," ujar CEO Facebook Mark Zuckerberg dalam F8 beberapa bulan lalu. Ia yakin, pemetaan tersebut lebih mudah dilakukan di Facebook karena telah memiliki data preferensi sekitar 500 juta pengguna.

Dalam persaingannya untuk menjadi sebuah jejaring yang sempurna, Google dan Facebook tampaknya akan bersaing dalam mengelola metadata preferensi setiap penggunanya. Metadata yang dibangun Facebook bisa menjadi saingan. Sebaiknya Google tidak menganggap remeh Facebook. Siapakah yang akan menang?

Published in News
Friday, 30 July 2010 18:18

Facebook Mobile Paling Laku

Jakarta, Penetrasi akses internet melalui ponsel kian menjadi-jadi. Yang untung tentu saja para developer aplikasi dan toko-toko aplikasi. Salah satunya adalah GetJar yang selama ini dikenal sebagai independent application store. Dalam sehari, rata-rata toko ini meraih angka sampai tiga juta unduhan. Pencapaian ini meletakkan GetJar sebagai toko aplikasi nomor dua di bawah Apple iTunes yang menembus angka satu milyar.

Menurut Ilja Laurs, CEO sekaligus pendiri toko aplikasi GetJar, kenaikan ini sungguh sangat signifikan. Jika dibandingakn tahun silam mengalami kenaikan hingga 300 persen. Ada empat kawasan yang memberikan kontribusi terhadap pengunduhan tersebut. Antara lain Amerika Utara, Eropa Barat, Afrika Selatan, dan tentu saja Asia.

Masing-masing kawasan tentu saja memiliki kekhasan terhadap kebutuhan aplikasi yang diunduh. Kata Laurs, seperti di Eropa, kebanyakan pengunduh suka dengan aplikasi-aplikasi hiburan. "Kalau di Timur Tengah lebih banyak tentang keagamaan," tandasnya.

Bagaimana dengan aplikasi-aplikasi Android?

GetJar sendiri baru belakangan ini menawarkan aplikasi dengan sistem operasi Android. Meski baru, pertumbuhannya cukup menggembirakan.

Sementara itu, menurut catatan GetJar, ada 10 aplikasi yang menduduki top rank. Aplikasi tersebut antara lain (berdasarkan rangking tertinggi); Facebook Mobile, eBuddy Messenger, Nimbuzz, mig33, Mini Browser Opera, Yahoo! Mobile, Google, Yahoo! Mail, Browser Bitstream Bolt, dan terakhir YouTube.

GetJar boleh jadi contoh bagaimana komitmen terhadap bisnis aplikasi ataupun solusi yang tak susah dibuat oleh developer lokal

Published in News

Jumlah pengguna jejaring sosial Facebook akan mencapai 500 juta dalam pekan ini.

Untuk merayakan ini, raksasa jejaring sosial Facebook akan meluncurkan fitur khusus yang dinamakan "Facebook Stories", yang akan menjadi koleksi cerita tentang para pengguna FB yang hidup mereka berubah berkat Facebook.

Facebook juga mengumumkan telah mencapai 150 juta pengguna ponsel, atau naik sekitar 50 persen sejak April.

"Kami mengantisipasi pencapaian 500 juta pengguna Facebook, dan kami ingin menemukan cara lain untuk mengumumkan dan merayakan ini," kata Direktur Pemasaran Facebook, Randi Zuckerberg, dalam wawancara dengan Swisher.

Published in News